Jumat, 29 Agustus 2014

IPS Semester Gasal

                                           Jepang


Jepang merupakan Negara yang berbentuk kepulauan yang dinamakan oleh orang Jepang sendiri adalah Nippon dan mempunyai julukan Negara Matahari Terbit dan negeri Sakura. Jepang yang beribukota di Tokyo merupakan Negara Industri terbesar ke-2 setelah Amerika Serikat.


PROFIL NEGARA JEPANG
Kepala Negara
Kaisar (Akihito, 7 Januari 1989-sekarang)
Kepala pemerintahan Perdana Menteri (Yukio Hatoyama, 16-9-2009-sekarangBentuk pemerintahan KekaisaranIbukota TokyoPemerintah lokal 43 prefektur dan kotaprajaLuas wilayah 377.930 KMJumlah penduduk 127.470.000 jiwa (tahun 2010)Suku bangsa Jepang (99%)Agama Shinto (mayoritas, Islam, Budha, KristenBahasa JepangMata uang YenLagu kebangsaan Kimi GayoProduk Domestik Bruto US$ 4.354,37 milyar (2008)Pendapatan perkapita US$ 32.817 (2009,IMF)Hasil agraris Beras, tembakau, buah dan sayuranHasil industri Elektronik, otomotif, mesin, alat berat,farmasi, bahan kimia, manufaktur Hari Besar November 1946 (Hari konstitusi)Kantor berita KYODOBandara Internasional Haneda (tokyo) Narita (Tokyo)


  



































Kamis, 28 Agustus 2014

Bhs. Indonesia Gasal

                                                     Cerita Pendek Dan Unsurnya


KADO TERAKHIR UNTUK SAHABAT
Karya Nurul Alma Febriyanti
Lima hari sebelum kawanku pindah jauh disana. Selepas makan siang, aku langsung kembali beranjak ketempat aku bermain dengan sahabatku.
“hei, kemana saja kamu? Daritadi aku nungguin” Tanya sahabatku yang bernama Alvi. “tadi aku makan siang dulu” jawabku sambil menahan perut yang penuh dengan makan siang “ah ya sudah, ayo kita lanjutkan saja mainnya” sahut Alvi. Tidak lama saat aku & Alvi sedang asyik bermain congklak, Rafid adiknya Alvi datang menghampiri kami berdua.
“kak, aku pengen bilang” kata Rafid “bilang apa?” sahut Alvi penasaran “kata bapak, sebentar lagi kita pindahan” jawab Rafid “hah? Pindah kemana?” tanyaku memotong pembicaraan mereka “ke Bengkulu” jawab Rafid dengan singkatnya “ya udah kak, ayo disuruh pulang sama ibu buat makan siang dulu” ajak Rafid ke Alvi “iya deh.. ehm.. Alma, aku pulang dulu ya aku mau makan siang” ujar Alvi “eh, iya deh aku juga mau pulang kalau gitu” sahutku tak mau kalah.

Rabu, 27 Agustus 2014

PLH Semester Gasal

Kebakaran Hutan Part 1

PDFCetakE-mail

A.Apa itu Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan adalah keadaan hutan/lahan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan/lahan dan hasil-hasilnya dan menimbulkan kerugian.  Kebakaran hutan menjadi momok setiap tahun pada musim kemarau.
Penyebab kebakaran sampai saat ini masih diperdebatkan, apakah karena alami atau karena ulah manusia, pengelola hutan dan pedagang yang sengaja atau lalai saat membuka /mengolah lahan untuk pertanian/perkebunan.  Sedangkan faktor alam yang dijadikan faktor penyebab adalah el Nino yang melanda daerah Indonesia.
Secara umum, penyebab kebakaran hutan adalah kondisi suhu udara yang tinggi dan curah hujan yang rendah, sehingga sisa-sia bahan olahan kayu, daun, dan rumput kering yang bergesekan mudah terbakar.
Kebakaran hutan terjadi ketika matahari bersinar terang dan suhu udara tinggi, bila di permukaan tanah terdapat mineral berwarna terang, maka mineral tersebut dapat berfungsi sebagai lensa yang menghasilkan titik api, sehingga kobaran api mulai terbentuk.  Tiupan angin yang menyertai akan menyebarluaskan kebakaran.  Apabila terjadi di lahan gambut, selain lahan/hutannya, lapisan gambut juga terbakar.  Bila gambut terbakar, maka menghasilkan asap berkepanjangan.
Dampak kebakaran jarang menelan korban jiwa secara langsung, tapi korban tak langsung banyak.  Korban tak langsung itu terkait kesehatan warga karena asap dan debu sisa bahan yang terbakar.  Asap kebakaran terlihat seperti awan berwarna putih keabu-abuan, coklat atau kehitam-hitaman.  Kian gelap warna asap, maka kadar pencemaran udara makin tinggi.
Masyarakat dapat dengan mudah mengetahui kualitas udara wilayah yang terbakar dengan melihat angka indeks standar polusi udara (ISPU) dari Kementrian Negara Lingkungan.  Semakin tinggi  ISPU, maka udara semakin tercemar dan tidak baik untuk kesehatan manusia.  Ini karena dalam asap terdapat campuran gas kimia aktif dan partikel sangat halus yang berbahaya.
Asap mengganggu kesehatan orang lanjut usia, ibu hamil dan anak-anak di bawah lima tahun (Balita).  Gangguan kesehatan tersebut antara lain : infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), asma, bronkitis, radang paru, iritasi mata dan kulit.
Adapun dampak negatif asap kebakaran hutan/lahan adalah  :
1. Hilangnya mata pencaharian warga yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan/lahan
2. Aktivitas sehari-hari terganggu, karena mengurangi kegiatan di luar ruangan
3. Produktivitas kerja menurun.  Walau bisa keluar rumah dengan memakai masker untuk menyaring asap dan debu, tapi waktu kerja berkurang.
4. Matinya aneka jenis tumbuh-tumbuhan dan satwa karena terbakar atau terjebak asap dan api
5. Rawan longsor karena tumbuhan yang berfungsi penahan laju tanah pada lapisan atas lereng pegunungan / dataran tinggi terbakar.
6. Mengganggu hubungan antar negara.  Kebakaran hutan di Indonesia tak hanya merugikan penduduk dan pemerintah Indonesia, tapi juga ke negara tetangga (Singapura, Malaysia, Brunei)
7. Mengganggu trnasportasi udara.  Tebalnya asap mengganggu transportasi udara.  Pesawat terbang tak bisa mendarat karena landasan lapangan udara tertutup asap tebal